Langsung ke konten utama

Mengenal Vlan ( Virtual Local Area Network)


Pengertian VLAN (Virtual LAN) - Pada artikel kali ini SAYA akan membahas lagi mengenai pengetahuan Networking yang mendasar seperti VLAN yang sudah biasa para engginer konfigurasikan agar suatu switch bisa digunakan untuk membagi network yang berbeda dalam satu jaringan lokal. Seperti kita ketahui bahwa switch tidak bisa membaca Layer 3 sehingga tidak bisa membaca Network sehingga hanya bisa dihubungkan hanya satu network saja





Apa itu VLAN?
VLAN (Virtual LAN) merupakan mekanisme untuk memisahkan sebuah LAN yang besar (terdiri dari sangat banyak komputer) ke beberapa logical LAN yang lebih kecil, atau bisa juga disebut sebuah mekanisme pemisahan broadcast domain yang besar  ke beberapa broadcast domain yang lebih kecil.
Broadcast domain sendiri adalah suatu lingkup dimana broadcast dari sebuah komputer tersebar ke semua komputer di dalam jaringan LAN atau network, jika anda pernah mengunakan aplikasi BBM (BlackBerry Messenger) tentu tidak asing lagi dengan istilah broadcast, yaitu pengiriman paket secara simultan ke semua tujuan. Broadcast traffic tidak akan di teruskan ke broadcast domain lain.
Jadi dapat disimpulkan, satu LAN itu mewakili satu broadcast domain, beda broadcast domain pastinya beda subnet. VLAN termasuk dalam layer 2 OSI.
Jadi dapat disimpulkan, satu LAN itu mewakili satu broadcast domain, beda broadcast domain pastinya beda subnet.



Keuntungan Menggunakan Vlan

Penerapan sebuah teknologi VLAN memungkinkan sebuah jaringan menjadi lebih fleksibel untuk mendukung tujuan bisnis. Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan VLAN:
•Security– Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada, akan mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting.
• Cost reduction – Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang mahal untuk upgrades jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan uplink yang tersedia.
• Higher performance – Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa worksgroup secara logik (broadcast domain) mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan dan meningkatkan performa.kjk
• Broadcast storm mitigation – Dengan membagi sebuah jaringan menjadi VLAN mengurangi jumlah peralatan yang berpartisipasi dalam broadcast storm.
• Improved IT staff efficiency – Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama.
• Simpler project or application management – Memiliki fungsi-fungsi terpisah mempermudah pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus.


Apa Kelemahan dari VLAN ?
  • Secara logika berbeda network tetapi secara fisik satu network
  • Ketika ada broadcast jadi semua dikirim ke semua
  • ketika jumlah banyak host-nya maka kerja DHCP akan berantakan dan tidak bisa diduga.




Konfigurasi Vlan pada Switch CISCO

Pada artikel kali ini juga saya akan membahas tentang konfigurasi VLAN pada switch CISCO ,oiya saya  ingin memberi tahu untuk media pembelajaran kita bisa menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer kalau kalian ingin mendownloadnya bisa kalian download di sini https://www.netacad.com/courses/packet-tracer-download/ . Mari kita lanjut membahas konfigurasi Vlan pada Switch CISCO . 

Pertama Tentu saja kita membuka aplikasi Cisco Packet Tracer jangan lupa ditemani mantan  segelas kopi agar lebih enjoy heheh. 



Kita Buat Topologi jaringan seperti itu . Untuk Kabel kita menggunakan kabel Straigh-Through karena kabel ini berfungi menghubungkan dua perangkat yang berbeda . Lalu kalau sudah Kita masukkan Ip di setiap Pc dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Untuk Pc di Vlan 10 menggunakan network 10.10.10.0 
  • Untuk Pc di Vlan 20 menggunakan network 20.20.20.0
  • Dan untuk Pc di Vlan 30 menggunakan network 30.30.30.0
Untuk Ip dan Network boleh sesuka hati anda asalkan setiap Vlan memakai network yang berbeda . Oiya untuk memasukkan ip anda tinggal klik pc yang anda inginkan lalu isi ip address nya. Untuk lebih mudahnya saya akan memberi contoh salah satu ip Pc yang terdapat pada Vlan tersebut


Kalau sudah memberi Ip di setiap Pc nya mari kita lanjut dengan mengkonfigurasi pada Switch Cisco 

VLAN di atas adalah VLAN-VLAN default pada switch Cisco. Secara default semua interface terdaftar di VLAN 1. Sekarang kita akan membuat 3 VLAN baru yaitu VLAN 10 , Vlan 20 dan Vlan 30.

Untuk membuat VLAN baru, gunakan command vlan [1-1005] pada global configuration mode.

Buat VLAN 10.
Switch(config)#vlan 10

Beri nama VLAN10 dengan perintah name [NAMA_VLAN]. Nama VLAN bebas.
Switch(config-vlan)#name VLAN10

Lakukan yang sama untuk VLAN 20.
Switch(config)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name VLAN20 

Lakukan yang sama untuk VLAN 30.
Switch(config)#vlan 30
Switch(config-vlan)#name VLAN30

Sekarang seharusnya terdapat 3 VLAN baru di daftar VLAN yaitu VLAN 10 , VLAN 20 dan VLAN 30.

Oke langkah selanjutnya yang harus kita jalnkan adalah jengjeng

Daftarkan interface ke dalam VLAN dengan command switchport mode access dilanjutkan dengan command switchport access vlan [VLAN_ID] pada interface configuration mode. 

Daftarkan interface Fa0/1 dan Fa0/2 ke VLAN 10.
interface fa0/1
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
interface fa0/2
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10

Lakukan hal yang sama ke interface yang lain sesuai Vlan nya masing masing yang sudah dibuat.

Setelah VLAN dikonfigurasikan, PC0 tidak dapat berkomunikasi dengan PC3 karena berbeda Vlan maupun dengan Pc lainnya yang berbeda Vlan

PC0(10.10.10.1) ping ke PC3(20.20.20.2)


sedangkan PC2 tetap bisa berkomunikasi dengan PC3 karena masih di VLAN yang sama. 


PC2 ( 20.20.20.1) ping ke PC3 (20.20.20.2)


Nah sekarang sudah mengetahui bagaimana suatu VLAN bisa digunakan. Tinggal dipraktikan saja dalam packet tracer konfigurasinya. Agar Kalian lebih mengerti mengenai Cara Konfigurasi Vlan dalam Cisco Packet Tracer tinggal lihat saja postingan saya Selanjutnya. Demikian penjelasan mengenai Pengertian Vlan ( Virtual Local Area Network). Mohon maaf apabila ada kata kata yang kurang berkenang. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua ^_^




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Static Route menggunakan 10 Router

Static Routing 10 Router Disini saya akan menkonfigurasi static route menggunakan 10 router Pertama Buat dulu topologinya seperti gambar dibawah ini 1. yang pertama kita konfigurasi router yang pertama : 2. Router kedua 3. Router ketiga 4. Router keempat 5. Router kelima 6. Router keenam 7. Router ketujuh 8. Router kedelapan 9. Router kesembilan 10. Router kesepuluh Maka static route 10 router telah selesai untuk mengecek apakah sudah berhasil lakukan ping sesama device. Sekian Terima kasih 

Dynamic Routing menggunakan RIP

Dynamic Routing  Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang dynamic routing dan konfigurasi RIP langsung saja kita ke materinya. A. Pengertian  Dynamic Routing adalah router yang me-rutekan jalur yang dibentuk secara otomatis oleh router itu sendiri sesuai dengan konfigurasi yang dibuat. Jika ada perubahan topologi antar jaringan, router otomatis akan membuat ruting yang baru. Routing dinamis merupakan routing protocol digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router. B. Jenis-jenis Dynamic Routing RIP (Routing Information Protocol)  IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) OSPF (Open Short Path First)  EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) BGP (Border Gateway Protocol) C. Dynamic Routing menggunakan protocol RIP    1. Apa itu RIP ?  RIP merupakan routing protokol yang memberikan routing table berdasarkan router yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutny...

OSPF (Open Shortest Path First)

OSPF Route Pengertian OSPF(Open Shortest Path First) Route merupakan sebuah routing protokol berjenis IGRP (InteriorGateway Routing Protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal. Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan. OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringa...